siapa kamu tlah berani mewarnai kanvasku
menggeliatkan hasrat yang lama mati
beku pada ketidakpastian
tenggelam dalam danau penantian
menepilah perahu dahagaku
layarkan diriku menuju cawanmu
yang kemarin sempat kau tawarkan
ketika rinduku belum sampai ke tepian
harusnya kamu memakuku pada palung terdalammu
membiarkanku rebah di sana
mematrikan mimpi tentang surga
tempat pertemuan akhir kita
sambil menanti saatnya kaubangunkan aku
untuk kau bawa cintaku
dan menebarkannya sampai hayatku

2 komentar:
brarti dah hampir 12 bulan ya
tulisan ini dibuat
biarlah puing2 yg bersekan ku kumpulkan untuk kita bangun kembali.
lumayan irit urugan.
hahaha. . .
gari nambah semen karo bata
Posting Komentar